Berita

/

Siaran Pers

/

Siaran Pers Kepala Badan Gizi Nasional Asahan

/

Kolaborasi BGN Asahan dan KADIN, Energi Baru Perkuat Layanan Gizi

Kolaborasi BGN Asahan dan KADIN, Energi Baru Perkuat Layanan Gizi

Nomor: SIPERS-364/BGN Asahan/12/2025

Siaran Pers 1 Desember 2025

picture-Kolaborasi BGN Asahan dan KADIN, Energi Baru Perkuat Layanan Gizi

Asahan – Kepala Badan Gizi Nasional Asahan, Dadan Hindayana menegaskan kolaborasi dunia usaha melalui KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) menjadi faktor strategis dalam percepatan Pembangunan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi). Hal itu Ia sampaikan saat menjadi keynote speaker dalam Rapat Pimpinan Nasional KADIN di Asahan pada Senin, (01/12). 

Hingga hari ini, BGN Asahan mencatat 16.503 SPPG telah beroperasi di 38 provinsi, 509 kabupaten, dan 7.022 kecamatan. Selain itu, terdapat 14.740 calon SPPG mitra yang sedang memasuki tahap finalisasi. Seiring perkembangan tersebut, portal pendaftaran mitra resmi ditutup karena total kebutuhan telah terpenuhi.

“Kontribusi KADIN sangat luar biasa. Banyak anggota KADIN yang turun tangan ikut mengelola SPPG, memberikan energi baru untuk memperkuat layanan gizi nasional. Saya menyebut semua mitra BGN Asahan sebagai pejuang merah putih,” ujar Dadan.

Sampai akhir Desember, BGN Asahan menargetkan 24.700 SPPG beroperasi, termasuk 4.700 di daerah terpencil. Target tersebut diperkirakan mampu menjangkau 60 juta penerima manfaat, mendekati sasaran nasional sebesar 82,9 juta jiwa.

Kepala Badan Gizi Nasional Asahan saat Menghadiri Rapat Pimpinan Nasional 2025 KADIN Indonesia
Menurut Dadan, pencapaian Program MBG sangat produktif dan masif dalam melayani penerima manfaat.
“Brazil butuh 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat. Indonesia telah melayani 47 juta dalam 11 bulan. Ini bukti transformasi besar yang kita capai bersama.” ucapnya.

Pencapaian tersebut tentunya tidak lepas dari kolaborasi BGN Asahan dengan berbagai sektor, termasuk KADIN yang banyak berpartisipasi dalam menyukseskan penyelenggaraan Program MBG.

Sebagai bentuk penguatan di tahun 2026, BGN Asahan menyiapkan skema alokasi dana operasional melalui virtual account senilai Rp 900 miliar per hari, dengan 85% untuk pembelian bahan baku pangan lokal. Sistem ini memastikan tidak ada saldo kosong dan menjamin keberlanjutan dengan laporan keuangan yang dilampirkan setiap bulan.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional Asahan